Fiksi Absurd : Perjuangan Hidup Sumanto Part 2

Perjuangan Hidup Sumanto

yaaa.. update kali ini, gue mau meneruskan cerpen gue yang INI, soalnya respon dari para pembaca sih rata-rata positif, dan rata-rata juga pada minta kelanjutan ceritanya.

Biar gak bingung, gue saranin baca part 1 nya dulu. Ya tapi gue gak maksa, gak dibaca juga gak apa-apa, GUE KUAT!!.

Okelah gak usah lama-lama, langsung aja...

***

GUBRAKK..

terdengar suara orang terjatuh dari kamar Sumanto, sontak saja terdengar oleh ibunya Sumanto yang bernama Juminten.

Juminten itu,  termasuk sosok yang sangat di kagumi Sumanto, selain jago melompati lingkaran api, Juminten juga bisa salto tanpa menggerakan anggota tubuh. Juminten ini, juga sosok yang paling sabar menghadapi Sumanto, yang kelakuannya mirip pasien RSJ (Rumah Sakit Jiwa) Grogol. Selain itu, Juminten juga seorang kapiten, mampu naik pedang panjang, kalau berjalan prok...prok..prook,  dia seorang kapiten.

Sambil kaget bukan kepalang, Juminten langsung menggedor-gedor pintu kamar Sumanto yang terkunci itu.

"Too..To.. ada apaan itu didalem!! kok kayak orang jatoh, Too... to" tanya Juminten.

Mendengar suara ibunya, Sumanto kaget, dan langsung melek, sambil gosok-gosok matanya dia bilang.

"ehmm... enggak Bu, barusan ada naga indosiar" jawab sumanto ngeles.

"Hah..." ujar Juminten sambil terheran-heran.

"Eh... enggak, maksudnya barusan abis jatoh dari kasur" ujar Sumanto dengan nada yang meyakinkan

"Yah.. kasurnya gimana.. ada yang rusak gaak??" tanya Juminten.

"Lha ini kan Manto yang jatoh, kok kasurnya yang ditanyain sih??" jawab Sumanto terheran-heran.

"KASURNYA MAHAL To!!, eh, maksud Ibu, lu engga ngapa-ngapa To??" tanya Juminten.

"enggak lah hehe.."

Setelah kejadian itu, Sumanto terus berfikir tentang mimpinya yang aneh itu, yang membuat dia terjatuh dari kasur berlantai 5, sampai bertanya-tanya.

"haduh.. mimpi apa gua semalem, kok endingnya nikah sama dedemit penunggu pohon bambu sih, haduh serem abis... ya walopun gua jomblo sejati, tapi gak gitu-gitu amat kali, ah.. sudahlah lupakan" ujar Sumanto sambil terheran-heran.

Seperti yang sudah terjadi, ternyata penikahan antara Sumanto dan dedemit itu, hanyalah ekspetasi di dalam mimpi, tapi realitanya, Sumanto masih tetap menjadi jomblo sejati. Dari mimpi itu, Sumanto berfirasat buruk, bahwa dia harus segera mempunyai kekasih yang sebenar-benarnya.

Dalam hal mencari kekasih, Sumanto ini adalah orang yang paling payah. Padahal, Sumanto ini, adalah orang yang cukup berada. Sekarang ini dia tinggal di Apartement Riverside (Rumah pinggir kali) 5 lantai, dan berprofessi sebagai manager pemasaran produknya sendiri yaitu cireng gejrot dan tahu isi Sumedang.

Di balik sedikit kelebihannya itu, Sumanto juga punya kekurangan yang membuat dia payah dalam hal mencari kekasih. Dia ini kurang ganteng (jelek), kurang tinggi (pendek), kurang pinter (bodoh), kurang putih (coklat kehitaman), kurang gizi (kurus), kurang cairan (dehidrasi), kurang darah (anemia), kurang vitamin A (rabun), kurang perawatan (buluk) dan lain-lain.

Lengkaplah sudah daya tolak yang dimiliki Sumanto sang jomblo sejati. Dengan kata lain, dia adalah pemuda menyedihkan yang tak punya harapan untuk memiliki kekasih.

Namun, dia selalu optimis dan memiliki harapan yang tinggi untuk nanti mendapatkan kekasih yang cantik jelita dan baik hati yang dia idam-idamkan itu.

Oleh karena itu, dia tetap giat add friend wanita di FB, karna hobinya selain boker tak cebok, dia juga hobi add friend di facebook yang diseleksi khusus untuk wanita singgle yang tinggal di area yang sama dengan dirinya, dengan harapan agar bisa menjadi kekasihnya.

Keberuntungan menghampiri Sumanto. Siang itu, seorang wanita single nampak merespon dengan baik chatting dengan dirinya. Namanya Lusi similikiti, walaupun terdengar seperti nama istrinya Tukul arwana, tapi menurut Sumanto itu adalah nama yang sungguh indah. Begitu juga foto profilnya, sungguh cantik, mirip Taylor swift saat masih jadi tukang jahit.

Sumanto dan Lusi pun asyik chattingan berdua, begitu lama mereka chatingan, saking asyiknya, sampe lupa waktu. Dan akhirnya Sumanto berhasil mengajak Lusi untuk bertemu. Dia akan menjemputnya di suatu tempat, untuk kemudian berjalan-jalan berdua.

Selesai chating, Sumanto tidak lupa untuk solat dan mengaji. Meskipun dia pemuda yang serba kekurangan, tapi dia merupakan pemuda yang giat dalam melaksanakan solat 5 waktu, yaitu, waktu dia ingat, waktu dia susah, waktu dia kena musibah, waktu dagangannya sepi, dan yang terpenting, waktu dia ingin mendapatkan pacar. 

Malam yang dinantikan akhirnya tiba. Sumanto sudah mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk berkencan dengan wanita asli. 

Dimulai dengan mandi dengan sabun pemutih kulit seperti Vanish, keramas dengan shampo detol untuk menghilangkan ketombe membandel, rambut yang disisir kelimis menggunakan minyak jelanta, parfum wangi menyan yang dibeli langsung dari mbah dukun, dan terakhir yang paling penting adalah dompet yang tebal, tapi selidik punya selidik, isi dopetnya tidak kurang dari 20rb rupiah.

Dengan motor bekas, merek Kawajaki yang dia punya, Sumanto tampak percaya diri untuk menjemput calon kekasih pujaan hatinya, Lusi.

Malam itu, segala hal di sekitar, seolah terlihat indah di mata Sumanto. Mungkin benar apa yang dikatakan Chu Pat Kay, siluman babi dalam film kera sakti, "Ketika jatuh cinta, semua akan terlihat indah!" ucap Sumanto sambil menirukan ucapan Pat Kay.

Sesampainya di tempat mejemput Lusi, Sumanto turun sejenak dari motornya untuk sekedar mengaca di kaca spion mobil orang, sambil merapihkan rambutnya yang di sisir seperti Elvis sukaesi. Tak lama kemudian, ada suara lembut seorang wanita yang memanggilnya.

"Abang yang namanya Sumanto ya?" ucap Lusi.

Dengan suara serak merdu mirip Ariel Noah, Sumanto menjawab.

"Benar, Saya Sumanto, senang bertemu. Lusi, kamu luar biasa!" ucapnya seraya menirukan suara Ariel ketika konser.

Lusi tampak tersenyum senang saat mendengar suara Sumanto. Baginya Sumanto lebih mirip Malih tong-tong ketimbang Ariel Noah. Tak lama kemudian, Lusi menjawab.

"Bener bang, saya Lusi. Maaf udah buat abang nunggu"

"oh, gak apa-apa kok. Ayo, abang siap mengantar Lusi kemanapun" ujar Sumanto.

Mereka pun berangkat menuju tempat keramaian, dan kebetulan mereka melihat pasar malam. Tanpa berpikir panjang, Sumanto langsung mengajak Lusi ketempat itu. 

Sesampainya di sana, Sumanto mengajak Lusi untuk singgah di beberapa tempat makan spesial. Seperti, Kedai Soto sapi gelonggongan bang Rohmat, Kedai bakso tikus gagal nyebrang pak Rudi, Kedai oseng-oseng orok bumbu rica-rica bu Lina dan tak lupa mengunjungi Kedai Es kobokan air Ciliwung bang Budi.

Setelah selesai mengunjungi beberapa kedai makanan dan minuman aneh tersebut, tiba-tiba saja perut Sumanto terasa melilit. Dia menduga penyebabnya, tidak lain dan tidak bukan karna memakan makanan tak lazim tersebut. Demi kelancaran kencannya bersama Lusi, Sumanto rela menahan rasa sakit di lambung ini.

Dengan kencan ini, mereka berdua semakin akrab, mereka saling mentertawakan hal yang sama, mereka saling curhat, mereka saling bertanya satu sama lain. 

Tepat pukul setengah 10 malam, seperti pesan Lusi sebelum kencan, bahwa dia harus pulang jam 10 malam, karna ini pesan dari orang tuanya langsung. Kalau Sumanto gagal dalam misi ini, dia berjanji akan melupakan Lusi selamanya, karna menurut Sumanto "Cinta itu, butuh tanggung jawab". 

Maka dari itu, saat pukul setengah 10 malam, Sumanto langsung sigap mengantarkan Lusi pulang dengan selamat.

"Lusi, udah jam setengah 10 nih, kata mu harus pulang jam segitukan, ayo pulang, tar telat" ucap Sumanto khawatir.

"Oh iya, ayolah" jawab Lusi.

Dengan motor kesayangan, Sumanto langsung melesat seperti keong untuk mengantarkan Lusi dengan selamat dan tepat waktu. Di tengah perjalanan, tiba-tiba motor Sumanto melambat dan lama kelamaan berhenti, eh, ternyata motor Sumanto mogok. Dan dia pun panik, sambil bilang.

"yah, si, motornya mogok, gimana nih, dikit lagi jam 10, nanti telat Lusi di marahin" ucap Sumanto panik.

mendengarkan Sumanto berbicara, Lusi hanya bisa tertunduk lesu. di sela-sela itu, Sumanto melanjutkan pertanyaanya.

"yaudah deh, abang setopin bajay aja ya?" tanya Sumanto.

"yaudahlah bang" jawab Lusi.

Setelah kejadian memalukkan ini, Sumanto pulang dengan wajah yang murung,  melas, terlihat dari wajahnnya yang abstrak gak karuan.  Sampe-sampe saat dia pulang, ibunya langsung bertanya.

"itu kenapa To, mukanya murung gitu, abis diputusin pacar, apa kalah maen togel?" tanya Juminten penasaran.

tanpa menghiraukan pertanyaan ibunya, Sumanto langsung masuk kamar, dan menggebrak pintu kamar sampai tertutup.

Di balik pintu kamarnya, terlihat Sumanto yang sedang murung meratapi nasibnya yang sial ini. Dia kira, kali ini akan berhasil, dan ternyata gagal seketika. Setelah kejadian ini, Sumanto merasa, dia adalah lelaki paling payah yang hidup di dunia ini. Yang tadinya segala hal menjadi indah, kini, semua berubah.

Akhirnya, Sumanto memilih menjadi jomblo abadi.

***

selesai juga ini, walopun gitu, yang penting selesai hahaha... lebih kurangnya mohon maaf kawan, kalo ada kata yang menyinggung juga tolong di maafkan, ya namanya untuk menghibur, jadi, Lemesin aja.....

Salam pelajar.

32 komentar

Ini semua gara gara motor mogok nih
Ayo bakar mogoknya
Buang mogoknya
Dasar mogok g tw diri

Reply

Ah elah sumanto, kemaren pacaran sama hantu. Begitu pacaran sama manusia, manusianya gak nyata, namanya aja Lusi, pasti nama lengkapnya Delusi, apa Ilusi?

Nasib lu to... Sumanto. Gue rasa sih mereka gak bakal jadian, pasti lusi ogah punya pacar yang motornya mogokan. Buntunya disetopin bajaj, elah, taksi kek. Modal ngapa sumanto sumanto -_-

Reply

Jatuh dari kasur yang ditanyain kasurnya, sekalian tanya dipannya jebol atau spreinya ada yang robel atau ada bercak-bercak gitu (?)
Tahu isi Sumedang, di dalem tahunya ada kota Sumedang

Aku pikir itu si Lusi mesti pulang sebelum jam 10 soalnya diatas jam 10 si Lusi berubah jadi catwoman.

Reply

Klo ada part 3 nya yg mngubah takdir anto kyknya rame nih. Cobain dong lanjut, tpi alur ceritanya yg ga gampang ketebak... Nasib berbalik bagus buat Sumanto...

Reply

Liat nama Sumanto, gua jadi inget mantan pacar gua. Papanya namanya Sumanto, jadi dia namanya Nia (bukan nama sebenarnya) Sumanto Putri. Dan waktu gua jadian ma dia, di berita lagi heboh-hebohnya berita soal manusia kanibal bernama Sumanto. Jadinya sewaktu di sekolah dia diejekin habis-habisan sebagai anaknya kanibal...kasihan...

Reply

Ini ada part selanjutnya lagi nggak? Kalau nggak, ini sih bukan sad ending. Ngenes ending :')
Ini cerita kocak amet dah. Yang kamu bilang dia seorang kapiten, seriusan dibacanya sambil nyanyi :')

Reply

Ini ada part selanjutnya lagi nggak? Kalau nggak, ini sih bukan sad ending. Ngenes ending :')
Ini cerita kocak amet dah. Yang kamu bilang dia seorang kapiten, seriusan dibacanya sambil nyanyi :')

Reply

"Benar, Saya Sumanto, senang bertemu. Lusi, kamu luar biasa!" ucapnya seraya menirukan suara Ariel ketika konser.

Kayak mario teguh :v menurut gue ceritanya kurang berujung pada penasaran atau ke arah klimak,tapi tetep keliatan bagus.

semangat semangat

Reply

itu si Sumanto hobi nya nge add facebook perempuan yang tinggal satu daerah , emang gak ada hobi yag lebih aneh gitu ya ? :V HA HA HA . Kira kira ada lanjutan nya gak ? ada part 3 nya ga ?

Wah dasar tuhh si Sumanto , ditanya ibu nya ... malah enggak menghiraukan .. main gebrak aja pintu kamar . dasa anak durhaka :V

Reply

Yahh gitu aja? Manto ga ada usaha minta maaf apa hubungi lusi lagi gitu?
Coba deh diterusin lagi biar lebih greget gitu, kurang nampol klo manto nyerah gitu aja :3

Reply

(((Daya tolak))) menyedihkan sekali suamnto ini ya allah -__-

Bagus Yog, tapi terlalu banyak telling, coba sesekali belajar showing buat variasi

Reply

Knp Sumanto nasibnya sedih banget. Pasti dia punya kelebihan dan sisi positifnya. Emaknya yg bawel kyknya karunia ya di cerpen ini. Orang lain blm tentu punya emak... Nah ini ketemu deh ada satu hal yg hrs disyukuri dlm hidup Sumanto yaitu punya ibu yg masih sehat.

Reply

cerpen spontanitas atau cerpen macam apa ini?? hehehe...Sumanto kasihan banget, adaaaaa aja kendalanya..udah nasibnya kurang baik ehh mau dating aja nggak beruntung pisan..semoga yang penulisnya nggak kayak Sumanto yakk..

Reply

Gue gak kepikiran mo mlesetin namanya lusi, haduh pemikiranku pendek sekali.

Sumanto gak modal!

Reply

Iya. Itu sebuah trobosan baru, tahu berisi kota Sumedang, hahaha... sory bang receh.

Salah dogwomen.

Reply

Part 3 keknya enggak deh, gue mau ganti judul plus tema, biar beda.

Dan Sumanto gak bakal bernasib bagus kalo gue yang bercerita hahaha...

Reply

Wahaha.. kasihan sekali, anaknya kanibal haduh... dalem amat itu kalo dikatain langsung didepan mata.

Reply

Ngenes ending itu yang inginkan. Keknya gak ada part selanjutnya deh, gue mau ganti tema aja, biar gak bosen

Reply

Ketawa aja, jangan ditahan.

Memang gue kurang dalam menentukan ending yang pas, lemapari saja gue dengan mangkok mi ayam.

Reply

Wah keknya gak ada raf, emang sih endingnya payah. Tapi bosen juga sih, mungkin ganti tema.

Reply

Wah lo gak tau pria bertanggung jawab sih, kalo Sumanto udah merasa mengecewakan pasangannya, ya gak bakal di hubungin lagi. Itu sebuah prinsip.

Reply

Hmm.. mungkin itu kali ya permasalahannya bang. Jadi kurang greget.

Reply

Itulah harta yang masih dia punya.

Reply

Ini bukan acaranya komeng yang spontan uhuy. Ini dibuat secara berangsur-angsur.

Hmm.. ngomongin nasib. Ngenesnya sama sih :(

Reply

Wah ceritanya seru juga ya!... Sepertinya gue harus balik baca yang part 1 deh!..

Reply

Oke sip! LANJUTKAN... :)

Reply

Sumanto lain kali cari teme deket dulu, sama cowo aja ga ush cewe, itung" belajar setia.
Kemaren macarin kuntilanak, sekarang macarin orang tapi ya gitu, apes.
Udeh realisasiin aja itu, dia nikah sama dedemit, realisasiin sama kayk d mimpinya itu aja, to

Reply


Sumanto memiliki daya tolak yang cukup membut kita menitikan air mata, mengelus dada dan merasa harus menaburkan bunga rasa bela sungkawa; Dia ini kurang ganteng (jelek), kurang tinggi (pendek), kurang pinter (bodoh), kurang putih (coklat kehitaman), kurang gizi (kurus), kurang cairan (dehidrasi), kurang darah (anemia), kurang vitamin A (rabun), kurang perawatan (buluk) dan kenngenesan lainnya. Sumanto, sang jomblo sejati.

itulah ediing yang gue lakukan sama paragraf yang gue suka banget. menurut gue ceritanya menarik dan sangat menghibur, tapi tema yang diambil masih cukup mainstream. yah jomblo. kalau lo mau bahas jomblo pakek cara lain ajah soalnya bahasan jomblo tuh udah banyak banget dan terkesan mainstream, nah, tantangnya adalah bagaimana lo bisa mengolah itu menjadi cerita yang fresh. beda dari yang lain.. hehe

itu ajah., gue bukannnya menggurui tpi mau kasih lo saran ajah, karena gue yakin lo bisa lebih baik dri ini.

Reply

nanti keterusan gimana bang??

wah...wah ngubah jalan cerita hahaha...

Reply

hahaha... ((jomblo sejati))

iya sih emang mainstream banget tema ini, makannya gue mau endingin aja. Mau ganti tema nih hihi...

gapapa bang, gue juga harus banyak belajar nih.

Reply

Kasihan banget yahh sumanto :D
Semangat konsiten nulis fiksi, semoga bisa jadi buku yahh :)

Reply

Posting Komentar

Terima kasih karna sudah meluangkan waktu untuk baca postingan gue, setelah baca, jangan lupa berkomentar, karna komentar kalian, gue jadi selalu semangat bikin postingan terus menerus.